A Fork In The Road

A Fork In The Road

Amsal 16:25

Ada jalan yang disangka (kelihatannya) lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Efesus 5:15-16

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

 

Jalan yang tampak lurus itu dapat ditafsirkan sebagai jalan yang terlihat lancar dan cepat atau instan untuk mencapai keberhasilan hidup. Jalan yang memberikan kemudahan untuk memberikan keberuntungan-keberuntungan (hokki). Namun Raja Salomo yang berhikmat itu berkata: hati-hati, apa yang menjadi pikiran atau apa yang dipandang benar oleh manusia, sesungguhnya itu adalah jalan yang berujung kepada maut. Atau sesungguhnya itulah jalan maut.

Kita tentu tidak mau berada dalam jalan yang salah. Namun bagaimana saya tahu itu jalan yang benar? Jalan yang membawa kepada kehidupan? Jawabannya hanya satu: Matius 6:33. Menjalankan kehendak Allah.

Berbeda dengan jalan instan, lancar, mudah apalagi di zaman pragmatis ini. Semuanya mau serba cepat. Serba instan.

Tidak Ada Jalan Pintas untuk Mengenal Kehendak Allah.

Pdt. Stephen Tong dalam bukunya mencari kehendak Tuhan memberikan langkah-langkah untuk mengenal kehendak Tuhan :

  1. Menjadi murid yang mau mendengar dan taat.

Yesus Kristus berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendak Allah, ia akan tahu bahwa ajaran-Ku berasal dari Bapa.” (Yohanes 7:17)

Pernyataan ini bertentangan dengan dua filsafat Tiongkok. Pertama, filsafat yang mengatakan: “Lebih mudah untuk tahu, tetapi menjalankan susah.” Misalnya, orang yang berdagang, secara teori mungkin dia banyak tahu, tetapi begitu terjun dalam perdagangan, belum tentu bisa sukses.

Yang kedua mengatakan: “Lebih mudah menjalankan, tetapi untuk mengetahui sesuatu itu tidak mudah.” Misalnya, bayi menyusu dari ibunya. Ia tahu bagaimana menyusu, tapi ia tidak tahu bagaimana susu bisa menyehatkan dia. Jadi menurut Saudara, pendapat mana yang benar? Pendapat pertama atau yang kedua?

Jika seseorang mau mengenal kehendak Allah, dengan niat mau menjalankannya, maka barulah ia akan tahu! Di sini, Kristus menetapkan kemauan yang taat mendahului hal mengetahui dan menjalankan. The will to know, the will to do, and the will to submit yourself to do the will of God is prior to the knowledge and to the practical action.

  1. Berada di dalam jalur Alkitab.

Tidak mungkin ada sesuatu yang dikatakan kehendak Tuhan, tetapi bertentangan dan di luar jalur Kitab Suci. Apa yang dicantumkan dalam Kitab Suci merupakan patokan dan lingkar batasan di mana di dalamnya kita menemukan cara Tuhan memimpin kita. Tetapkan hati Saudara hanya mengerti Firman Tuhan di dalam Alkitab saja.

  1. Jangan mengabaikan prinsip-prinsip Alkitab.

Paulus memberikan tiga prinsip Alkitab:

AKU BOLEH BERBUAT SEGALA SESUATU, TETAPI HARUS MEMULIAKAN ALLAH.

APAKAH YANG SAYA LAKUKAN INI BERFAEDAH DAN MEMBANGUN ORANG LAIN

TIDAK ADA IKATAN YANG AKAN MEMBATASI ATAU MEMBELENGGU.

  1. Sejahtera Kristus memerintah di dalam hati.
  2. Proses pengujian.
  3. Tunggu dan sabar terhadap waktu Tuhan.

 

( Pdt. Char Ley Bun )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Video Lightbox