Bersyukur Atas Pertolongan Tuhan

(Maz 138)

Bersyukur artinya berterima kasih. Berterima kasih bukan kepada siapa-siapa tetapi kepada Tuhan.

Mazmur 138 adalah kesaksian yang ditulis oleh seorang Raja Daud. Ay 1 berbunyi : Aku hendak bersyukur kepadaMu dengan segenap hati, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagiMu. Daud hendak memuji Tuhan dengan ketulusan dan segenap jiwanya. Dan itu kelihatan melalui kesaksiannya sehari-hari. Dihadapan para allah artinya di hadapan para bangsa lain yang tidak menyembah Tuhan. Daud tidak malu memuji Allah kapanpun, dimanapun karena bersyukur adalah sesuatu yang indah. Dan syukur kita hanya ditujukan kepada Tuhan dan bukan allah lain.

Mengapa kita bersyukur pada Tuhan? Mengapa Daud hendak memuji dan bermazmur bagai Allah ? Ay 2b menjelaskan alasan Daud bersyukur adalah karena kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umatNya. Bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan pada saat dia mengalami kesusahan, Tuhan adalah sumber penghiburan yang selalu siap sedia menghibur dirinya tatkala dia menghadapi persoalan hidup ini.

Pada waktu Daud masih menjadi gembala, Tuhan melindungi dia dari segala ancaman binatang liar. Pada waktu semua bangsa Israel takut melawan Goliath, Daud percaya selama ia mengikuti jalan Tuhan, maka Tuhanlah yang akan berperang bagi dia. Janji Tuhan itu benar adanya.

Pada waktu anaknya Absalom mengadakan kudeta, dan akhirnya Daud harus mengungsi di tengah-tengah kesesakan hatinya, Tuhan mempertahankan dan menyelamatkan hidupnya. Sampai akhirnya Daud kembali menjadi raja.

Daud mengalami banyak sekali persoalan hidup. Dan di setiap langkah hidupnya Dia melihat bagaimana Tuhan menolongnya, menghiburnya, melindungi dan membela perkaranya. Sampai pada akhirnya Tuhan jugalah yang akan menyelesaikan persoalan hidup Daud.

Ketika beban kita begitu berat sampai akhirnya membuat kita tidak lagi bisa bersyukur, maka ingatlah Mazmur 138:8 ini, bahwa Tuhan akan menyelesaikannya bagiku. Coba hitung ada berapa banyak persoalan hidup yang telah Tuhan selesaikan bagimu, saat sakit Tuhan sembuhkan, saat hatimu terluka dan tidak berdaya Tuhan pulihkan, saat kelaparan Tuhan puaskan. Dan tetaplah beriman, percaya janji Tuhan selalu ditepati, Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagimu. Karena iman akan pengharapanlah, seseorang tatkala susahpun bisa bersyukur.

Hari ini apakah kita bisa melihat pertolongan Tuhan dalam hidup kita? Jika iya maka tentulah kita dengan leluasa memuji beryukur dan bermazmur bagi Tuhan.

Bagaimana jika saya sudah tidak lagi merasa bersyukur pada Tuhan, atau bahkan berpikirpun sudah tidak bisa lagi ? Maka inilah yang harus kita lakukan, periksalah apakah kita masih mempunyai persekutuan yang indah bersama Tuhan, masihkah kita setia berelasi dengan Tuhan. Ay 6 berbunyi, Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang sombong dari jauh. Tuhan itu memandang tinggi orang yang rendah hati. Dan bukti kerendah hati kita adalah tatkala kita setia datang mencari dan berserah kepadaNya.

Bagi Daud, baik dalam keadaan baik atau buruk, kaya atau miskin, susah atau tidak, mencari Tuhan adalah hal yang terutama di hidupnya. Sayangnya, Banyak orang Kristen baru mulai mencari Tuhan tatkala sudah dalam kesesakan, dan terkadang mereka mengumbar janji bahwa mereka akan setia jika Tuhan menjawab doa mereka. Seolah-olah Tuhan itu butuh kita, dan bukan sebaliknya. Mereka menjadi seperti orang yang sombong yang hanya butuh Tuhan pada saat mereka sudah tidak mampu.

Sadarlah bahwa kita semua adalah manusia berdosa yang dari awal sampai akhirnya membutuhkan Tuhan. Kita butuh berelasi dengan Tuhan. Tuhan telah menolong kita dengan memberikan Yesus, untuk menebus dosa kita, supaya kita dapat berelasi kepada Tuhan.

Kiranya Tuhan menolong kita untuk bersyukur dalam segala keadaan, dimanapun dan kapanpun.

( Ev. Yoseph Kandano )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *