Hidup Oleh Roh

HIDUP oleh ROH

Roma 8:1-17

Kunta Kinte seorang budak Afrika yang diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang kulit putih. Kunta Kinte ingin hidup merdeka. Sudah empat kali ia coba meloloskan diri tetapi selalu gagal. Supaya tidak meloloskan diri lagi, satu kaki Kunta Kinte dipotong. Kisah ini menggambarkan kehidupan manusia yang diperbudak dosa. Semakin manusia berupaya meloloskan diri dari perbudakan dosa, semakin mengalami penderitaan. Semua manusia ingin merdeka dari dosa, namun tidak ada satu carapun yang bisa meloloskan dirinya dari perbudakan dosa.

Hidup oleh Roh berarti Hidup dalam kemerdekaan. 2 Korintus 3:17 “Sebab Tuhan adalah Roh; Dan dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan”. Ada dua kemerdekaan yang dikerjakan oleh Roh buat kita:

A. Kemerdekaan Dari Penghukuman (ayat 1-4)

Semua manusia telah berdosa (Roma 3:23). Dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Ibrani 9:27 berkata bahwa hukuman terhadap dosa itu adalah sesuatu yang pasti. Oleh sebab itu manusia berupaya untuk melakukan apa saja agar dosanya bisa dibebaskan, termasuk melakukan hukum agama (tuntutan hukum Taurat). Tetapi karena manusia sudah jatuh dalam dosa, maka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tuntutan hukum Taurat secara sempurna (ayat 3). Pada kondisi seperti itu, Allah mengutus anak-Nya yaitu Yesus Kristus untuk menanggung hukuman karena dosa. Dengan cara seperti itu memungkinkan manusia dimerdekakan dari penghukuman. Jadi, sekarang kita yang percaya kepada Yesus tidak lagi berada di bawah murka Allah. Kita tidak perlu lagi mempersembahkan korban penghapus dosa seperti tuntutan hukum Taurat. Kita adalah orang yang merdeka dalam Kristus.

B. Kemerdekaan Dari Keinginan Daging (ayat 5-13)

Apakah kita yakin bisa menang terhadap keinginan daging, seperti keinginan akan harta, tahta, kemarahan, keserakahan, kebencian, keegoisan? Jawabannya sulit. Rasul Paulus menggambarkan ada tiga tingkatan kehidupan manusia:

  1. Manusia yang tidak memiliki Roh, berarti ia belum diselamatkan. Orang seperti ini sudah tentu hidupnya sepenuhnya dikuasai oleh keinginan daging, mengalami maut, bermusuhan dengan Allah dan terus berupaya menyenangkan diri sendiri (ayat 5-8).

  2. Manusia yang memiliki Roh, tetapi ia tidak membiarkan hidupnya dipimpin oleh Roh. Orang seperti ini sudah diselamatkan, tetapi masih sering dikuasai oleh keinginan daging. Sepintas ia nampak bertumbuh secara rohani, ke gereja, melayani Tuhan dan aktif dalam berbagai kegiatan rohani, tetapi dikuasai oleh keinginan daging. Bekerja, berusaha, belajar masih dilakukan dengan ketidak jujuran. Masih mementingkan kepentingan pribadi lebih dari kepentingan orang lain.

  3. Manusia dimiliki oleh Roh. Orang model ketiga ini adalah orang yang membiarkan seluruh hidupnya dipimpin oleh Roh. Ketaatan kepada Roh sungguh menguasai cara dia berpikir, berkata dan bertindak. Ia dimampukan untuk melawan keinginan daging. Hawa nafsu kedagingan seperti keserakahan, ketamakan, kedengkian, fitnah, kebencian, dan nafsu seksual. Tidak akan kompromi dengan dosa sekalipun itu sangat menyenangkan hidupnya. Bahkan ia rela menderita karena melakukan dengan taat apa yang diperintahkan oleh Roh yang ada di dalam dirinya.

Tingkat yang paling tinggi yang harus kita kejar ialah hidup yang dimiliki oleh Roh. Dengan dimiliki oleh Roh berarti ia dimerdekakan dari penghukuman dan dimampukan menang terhadap keinginan daging”.

 

( Pdt. Anggung Istianto )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *