Jangan Takut Pada Yang Kuat

JANGAN TAKUT PADA YANG KUAT

2 Tawarikh 32:1-33.

Pendahuluan :

Virus adalah musuh dan ancaman bagi tubuh kita. Virus atau bakteri ini dapat membuat kita terkapar dan tidak berdaya. Untuk dapat mengalahkan virus atau bakteri ini, kita perlu kekuatan dari dalam, yang kita kenal dengan Sistem Imun. Menghadapi yang kuat, kita perlu membangun kekuatan dari dalam.  Apa sajakah kekuatan dari dalam itu? Kita belajar dari Raja Hizkia.

ISI :  (2 Tawarikh 32:1). Hizkia, raja Yehuda, seorang yang setia pada Tuhan. Suatu kali dia menghadapi ancaman dari bangsa Asyur. Asyur adalah bangsa yang kuat, bangsa yang telah mengalahkan dan menumpas semua musuh-musuhnya. Sedangkan  Yehuda adalah bangsa yang kecil, jelas Asyur bukanlah tandingan Yehuda. 2 Kekuatan dari dalam :

  1. Memiliki Semangat. V7-8. “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang s…”.

Menghadapi yang kuat, Hizkia tidak menjadi takut apalagi putus asa. Sebaliknya Hizkia memiliki Semangat : Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu!. Menghadapi yang kuat, kita harus memiliki semangat dari dalam sendiri. Teman, sahabat, orang lain dapat menyemangati kita, tetapi kalau dari diri kita sendiri tidak punya semangat, maka tidak akan ada gunanya. Bayangkan kalau seandainya kita tidak punya teman, tidak ada yang menyemangati kita. Bagaimana kita punya semangat?. “…Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, …” Tuhan Allah menyertai kita. Inilah yang menjadi semangat kita menghadapi yang kuat. Matius 28: 20b : Dan ketahuilah, Aku menyertaimu sampai pada akhir zaman.

  1. Membangun Tembok Pertahanan, V5.

Menghadapi yang kuat, kita perlu membangun tembok Pertahanan. Siapakah yang kuat itu yang sedang kita hadapi sesungguhnya? Efesus 6:11-12 : “… Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa,…, melawan roh-roh jahat di udara. Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan roh-roh jahat di udara. Jadi musuh kita bukan si A atau si B, bukan saudara kita, bukan tetangga kita, tetapi tipu muslihat iblis yang memakai orang-orang itu untuk menjatuhkan kita. Bagaimana kita menghadapinya? Kita harus Membangun Tembok Pertahanan, yaitu, Tembok Iman kita. Membangun tembok, butuh bahan. Bahan apakah yang kita butuhkan untuk membangun tembok iman kita? Roma 10:17 ; Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Membangun tembok iman, bahannya adalah Firman. Firman Tuhan yang akan membuat kita kuat menghadapi musuh kita.

Mengapa banyak orang Kristen jatuh? Karena tidak ada Firman yang masuk dalam hatinya, Firman Tuhan hanya dijadikan seperti makanan sampingan bukan makanan pokok. Itu sebabnya dia menjadi lemah. Karena Firman Tuhan tidak memberi nasehat buat dia, tidak menguatkan dia.  Jadi sebenarnya, musuh kita tidak kuat, tapi Tembok Iman kita yang Tidak Kuat. Sebenarnya tidak ada musuh yang kuat. I Yoh. 4:4: Roh yang ada padamu lebih besar daripada roh yang ada didalam dunia. Aplikasi : Jika selama ini kita main-main dengan Firman Tuhan, jangan heran kalau musuh kita kuat, karena Tembok Iman kita tidak kuat, sehingga kita menjadi kalah. Selanjutnya, Ayat 21: Lalu TUHAN mengirim malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa, pemuka dan panglima yang ada di perkemahan raja Asyur, …”

Biarkan Tuhan yang Bertindak.

Masalah terbesar kita yang menakutkan yaitu Maut, telah diselesaikan oleh Tuhan diatas kayu salib. Masalah besar apakah yang saat ini sedang engkau hadapi? Mazmur. 37:5-6. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.Amin.

 

( Ev. Lydia Henny Mulyono )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Video Lightbox