Ketika Ia Bangkit

Lukas 24:1-12

I. PENDAHULUAN

Banyak orang tidak percaya kalau Yesus bangkit. Kalaupun mau dibuat percaya harus ada bukti-bukti yang benar. Sehingga beredar cerita tentang kematian Yesus. Ada yang berkata, Yesus benar mati, tetapi tidak bangkit. Kubur itu kosong karena mayat-Nya di curi oleh para murid-Nya. Ada yang berkata, Yesus waktu di salib tidak mati, tetapi pingsan. Ada yang berkata, yang di salib itu bukan Yesus, tetapi orang yang mirip Yesus. Kalau saudara ditanya, apakah Yesus benar bangkit? Apa jawab saudara? Mari kita jawab menurut apa yang disaksikan oleh Alkitab. 1). Matius 27:65, kubur Yesus dijaga oleh prajurit-prajurit. 2).Matius 28:2, batu besar yang menutupi pintu kubur Yesus terguling, mana mungkin perempuan-perempuan yang melakukannya 3). Matius 28:4, penjaga-penjaga gentar ketakutan karena batu terguling 4). Matius 28:5-6, malaikat Tuhan menyaksikan dan perempuan-perempuan menjadi saksi.

Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Yesus Kristus benar bangkit. Ketika Ia bangkit, maka Kebangkitan Yesus Kristus membuktikan :

1. Yesus Kristus Adalah Allah Yang Hidup (Lukas 24:5; Kis. 1:3; 25:19)

Ibrani 9:27 : “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”. Jadi ketetapan umum, bahwa manusia di dunia ini hanya mati satu kali saja. Hanya orang-orang tertentu saja yang ditetapkan oleh Allah mati dua kali. Seperti Lazarus yang pernah dibangkitkan oleh Yesus.

Berbeda dengan Yesus Kristus. Yesus Kristus mati, tetapi pada hari ketiga Ia bangkit. Ia bangkit bukan untuk mati lagi. Kebangkitan Kristus bukti maut telah dikalahkan (Rom 6:9-10) KebangkitanNya adalah bukti bahwa Ia adalah Allah yang hidup. Seluruh nabi-nabi dan pendiri agama, betapapun besarnya mereka, mereka mengalami nasib dan kondisi yang sama, mereka semua berada di dalam kuburan. Yesus mengosongkan kuburan. Ini membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang hidup. Kebangkitan Kristus memproklamasikan bahwa orang kristen bukan menyembah kepada Allah yang mati. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kepercayaan dan pengharapan orang kristen bukan kepercayaan dan pengharapan yang sia-sia (1 Kor. 15:14-20).

2. Yesus Kristus Adalah Allah Yang Peduli Pada Yang Hidup (Matius 28:7-10)

Istri Le Van meninggal thn 2003. Setelah istrinya di kubur selama 20 bulan, Le Van memutuskan untuk membawa mayat istrinya pulang ke rumah dan tidur dengan mayat istrinya selama 11 tahun. Kalau dipikir-pikir, manusia yang punya akal pikiran, terkadang sulit dimengerti dengan pikiran. Waktu masih hidup tidak dicari, setelah meninggal baru dicari. Kepedulian manusia berubah-ubah, tergantung dari perasaan dan pikirannya. Kepedulian manusia sangat bergantung pada kepentingan pribadinya.

Kalau kita memperhatikan Matius 28:7 Yesus mendahului murid-murid ke Galilea. Mengapa Yesus perlu ke Galilea? Karena Yesus tahu, para murid takut kepada orang Yahudi yang ada di Yerusalem, maka Yesus menemui mereka di Galilea. Yesus menegaskan bahwa sekalipun mereka lari ketika Yesus ditangkap, Yesus tetap menganggap mereka murid-Nya. Matius 28:9, Yesus berjumpa dengan para wanita. Tuhan Yesus melawat mereka ketika melaksanakan tugas. Bentuk kepedulian Yesus, Ia selama 40 hari bersama dengan murid-muridNya. Demikian juga Tuhan Yesus sangat peduli dan memperhatikan hidup kita. Setiap saat dalam segala keadaan Ia hadir untuk meneguhkan kita. Kristus tidak hanya peduli pada kehidupan kita sekarang, lebih dari itu Ia peduli buat kehidupan kita masa akan datang. Dengan kebangkitan-Nya, Ia memberi memberi hidup kekal kepada kita (Yoh 11:25-26; Rom 6:4; Ef 2:6).

( Pdt. Anggung Istianto )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *