Memberi Dengan Sukacita

( 2 Korintus 9:1-16)

Jemaat Korintus adalah jemaat yang sangat kaya dalam segala hal. Baik secara rohani maupun materi. Jemaat Korintus yang kaya ini pernah menyatakan kesiap sediaan mereka untuk memberi bantuan pada orang-orang Kristen di Yerusalem yang berada dalam kesulitan. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, mereka tidak setia terhadap janji mereka. Karena itu Paulus mengutus orang untuk mengumpulkan uang/persembahan yang telah dijanjikan oleh jemaat Korintus. Paulus mengingatkan jangan sampai jemaat Korintus menjadi malu, oleh karena ketika orang-orang itu datang, mereka belum siap sedia dalam pelayanan kasih mereka. Dari nasehat Paulus kita belajar : Bagaimana Memberi dengan Sukacita dan Apa Dampaknya.

Cara Memberi dengan Sukacita:

  1. Jangan Kendor dalam hal Memberi. V3-4

Komitmen untuk memberi itu jangan kendor. Dalam hal memberi kita bisa kendor oleh karena mungkin pemberian kita disalahgunakan, bisa juga mungkin oleh karena kita dikecewakan, namun walaupun demikian, jangan berhenti memberi, karena masih ada banyak orang lain yang membutuhkan pemberian atau bantuan kita. Dalam hal memberi persembahan, jangan menunggu moment, jangan menunggu ada acara-acara besar di gereja, baru kita memberi, Tetapi hendaknya kita selalu siap sedia dalam memberi pada Tuhan.

Ilstr: Bayangkan saja kalau anak kita hanya membantu kita saat ada acara saja, tapi hari-hari, dia tidak mau membantu. Kira-kira jadi apa rumah itu?. Kalau kita kaitkan dengan Gereja, Gereja adalah ibaratnya rumah kita. Jika ada momen saja baru kita memberi tapi sementara di setiap waktu ibadah kita tidak pernah beri yang terbaik, jadi apa gereja kita ? Gereja membutuhkan biaya operasional yang sangat besar, jika kita kendor dalam memberi, bagaimana kelangsungan Gereja Tuhan ?

  1. Jangan Terpaksa dalam Memberi. V7.

Pemberian bukan bicara soal nominal, tetapi soal Hati. Pemberian kita harus berangkat dari Ketulusan hati kita. Allah adalah Allah yang menguji sikap hati kita. Saat kita memberi, Apakah hati kita ikhlas?. Jangan dengan terpaksa, Berilah dengan Sukacita, oleh karena apa? Oleh karena Kasih karunia Allah yang sudah kita terima sampai hari ini. Dia telah berikan berkat-berkat-Nya bahkan Dia telah berikan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita.

Dampak Memberi dengan Sukacita:

  1. (Untuk diri sendiri) : Kita akan diperkaya dalam Kemurahan hati pada orang lain, V11.

  2. (Untuk orang lain) : Melimpahkan rasa Syukur, Allah dimuliakan, V12.

  3. (Untuk Allah) : Allah Mengasihi orang yang Memberi dengan Sukacita, V7-8.

Ketika kita telah melakukan panggilan Allah dalam hal memberi, kita telah taat pada apa yang Dia perintahkan, Allah dimuliakan lewat pemberian kita, Allah senang, Dia akan mengasihi kita. Kita menjadi anak kesayangan-Nya. Sungguh ini satu hal yang sangat indah Allah mengasihi kita. Dan kalau Allah mengasihi kita, apakah yang kita takutkan atau khawatirkan?. Dia akan memelihara kita, mencukupkan kebutuhan kita. Allah tidak akan tinggal diam. 2 Kor 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

( Ev. Lydia Henny Mulyono )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *