PERLAKUKAN SAMA KEPADA SESAMA

PERLAKUKAN SAMA KEPADA SESAMA

Yakobus 2:1-13

Bahasa sehari-harinya ialah tidak pilih-pilih kasih. Dalam keluarga terkadang ada anak favorit atau anak kesayangan yang lebih diistimewakan dari pada yang lainnya.

Dalam Alkitab kita melihat: Yakub (Israel) yang mengasihi Yusuf anaknya lebih dari pada saudara-saudaranya yang lain. Yusuf diberikan jubah yang maha indah oleh ayahnya, Yakub yang menimbulkan rasa iri saudara-saudaranya kepadanya.

Sistem atau cara perlakuan istimewa kepada kelompok tertentu ini juga terjadi di zaman Rasul Yakobus. Ada kecenderungan untuk memberikan perlakuan istimewa favorit kepada kelompok orang kaya. Dan Yakobus memperingatkan kepada jemaat Tuhan yang tersebar di 12 suku di perantauan, agar nilai ini jangan sampai masuk ke dalam gereja atau hidup berjemaah.

Mengapa demikian ?

  1. Tuhan kita mulia dan Tuhan kita tidak membeda-bedakan.

Dalam ibadah focus kita adalah kepada Tuhan. Kita datang ke gereja untuk menyembah Tuhan. Kalau kita memandang kepada manusia, maka focus ibadah kita akan bergeser kepada manusia. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang jauh lebih mulia dari pada siapapun juga. Kemuliaan Allah berasal dari kata doxa yang berarti majesty (mulia), agung, dan kemuliaanNYa begitu mengherankan dan menakjubkan.

Dia adalah sang pencipta dan yang mengatur segala sesuatu di alam semesta ini, dan yang menyiapkan keselamatan kekal dan abadi.

Allah yang maha mulia ini adalah Allah yang tidak membeda-bedakan (ay 5-6a).

Tuhan tidak pilih kasih Kisah Para Rasul 10:34

Kalau Allah itu seperti itu, lalu siapakah kita sehingga kita lalu membeda-bedakan berdasarkan uang / kekayaan? Ini adalah sesuatu yang salah! Kita harus meniru Bapa kita, dan berhenti memandang muka!

 

  1. Kita dipanggil untuk menjadi murid Tuhan yang terus bertumbuh kepada kesempurnaan (menjadi kaya di dalam Tuhan).

Seorang murid adalah orang yang menjadi pelaku dan pendengar Firman Allah.

Dia harus terus menerus bertumbuh menuju ke arah kesempurnaan dalam Kristus.

Bertumbuh ke arah kesempurnaan berarti semakin kaya di dalam Kristus, kaya dalam iman, memiliki hidup yang berkelimpahan, karena kita menyadari akan hubungan kita dengan Tuhan, bahwa kita adalah ahli waris kerajaan Allah di dalam Kristus Yesus.

  1. Adanya penghakiman Tuhan

Siapakah yang sering menghakimi orang lain? Dalam Yakobus pasal 2 itu mencatat mereka yang punya otoritas. Di zaman Rasul Yakobus, orang yang punya otoritas adalah orang kaya. Orang miskin sering tidak mampu membayar hutangnya.

Yakobus mengingatkan kita, Tuhan akan menghakimi setiap orang pada hari terakhir. Apakah kita memilih menjadi penerima kasih Tuhan dan belas kasihan Tuhan atau penghakiman Tuhan ? Kalau mau kasih dan belas kasihan Tuhan, tunjukkanlah kasihmu. Perlakukanlah setiap orang sebagaimana engkau mau diperlakukan. Kasihi mereka.

Amin.

-Oleh Pdt. Char Ley Bun-

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Video Lightbox