Semua Manusia Ada Pergumulannya

MAZMUR 6

Hidup dan pergumulan adalah ibarat saudara kembar yang tidak identik. Kalau kita hidup, pasti ada pergumulan. Kalau ada pergumulan, itu artinya kita hidup. Kalau kita tidak ada pergumulan, itu berarti kita tidak hidup. Ada orang punya satu pergumulan. Sementara yang lain punya lebih dari satu pergumulan. Pergumulan itu ada realita yang mesti diterima.

Semua manusia ada pergumulannya. Mazmur 6 disana diceritakan pergumulan Daud. Apa-apa saja pergumulan Daud?

  1. Daud bergumul dengan dosa-dosanya (ayat 2)
    Daud berseru agar Tuhan tidak menghukum dan menghajar dia. Kemungkinan besar Daud bergumul dengan dosa-dosanya. Dosa-dosa Daud adalah, pertama, ia mengabaikan tanggung jawab sebagai pemimpin. Daud mengutus panglima dan tentaranya pergi berperang, sementara ia sendiri diam di istananya. Kedua, Daud berzinah dengan Batsyeba istri Uria. Ketiga, Daud berupaya melepas tanggung jawab setelah tahu Batsyeba mengandung. Keempat, Daud merencanakan pembunuhan atas Uria suami Batsyeba. Untuk dosa-dosa ini Daud menderita dan bergumul.
  2. Daud bergumul dengan sakit penyakit (ayat 3)
    Memang tidak dijelaskan apa sebenarnya sakit yang dialami Daud. Kalau dilihat dari ucapan Daud, kemungkian besar ia mengidap penyakit yang parah, sehingga tulang-tulangnya sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Dan karena itu jiwanya terkejut. Lalu Daud berseru dalam penderitaan, TUHAN, berapa lama lagi? Satu seruan yang serius.
  3. Daud bergumul dengan teror dan ancaman musuh (ayat 8, 9, 11)
    Kemungkinan besar musuh yang mengancam Daud adalah Absalom anaknya sendiri. Absalom berupaya mengambil kekuasaan Daud dengan cara menggalang kekuatan dari rakyat Daud. Daud menyebutnya sebagai musuh dalam selimut. Musuh ini begitu dekat dengannya. Ini pergumulan yang sulit dan menakutkan. Anak jadi musuh.

Dalam pergumulan yang begitu berat, Daud memohon dalam iman. Ayat 2 Daud bermohon agar tidak dihukum dan dihajar. Ayat 3, Daud meminta belas kasihan dan kesembuhan dari Tuhan. Ayat 5, Daud bermohon agar jiwanya diselamatkan. Daud juga meratap dalam iman. Ayat 7, Daud mengeluh dan menangis sampai-sampai ranjangnya dibanjiri dengan air mata. Hasil permohonan dan ratapan dalam iman ini, terlihat pada ayat 9 dan 10. Daud berkata, TUHAN telah mendengar tangisannya. TUHAN telah mendengar permohonannya dan TUHAN telah menerima doanya.

Dalam kondisi pergumulan seberat apapun, mari kita ingat beberapa hal ini: Pertama, semua orang ada pergumulannya. Kedua, Tuhan masih bisa diandalkan untuk dimintai pertolongan. Ketiga, Tuhan mau mendengarkan permohonan dan seruan kita yang disertai dengan iman. Keempat, jangan menyerah terhadap pergumulan tetapi berserah kepada Tuhan.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *