Yesus Raja Yang di Hina

Matius 27:27-31

Tidak ada orang yang suka dihina. Hinaan seringkali lebih menusuk daripada tikaman sebuah pedang. Tapi berbeda dengan Yesus. Yesus yang merupakan raja atas semesta, Yesus yang merupakan anak Allah, Ia rela dihina, Ia rela direndahkan, Ia rela dianggap remeh.

What : Apa yang sedang terjadi ?

Apa itu dihina, kalau dalam KBBI, hina itu sesuatu yang rendah, keji, tercela. Kalau dalam bahasa saya, hina itu adalah sebuah posisi yang lebih rendah dari pada rendah.

Who : Siapa yang seharusnya dihina ?

Kalau kita melihat dari pengertian tadi, orang yang dihina sharusnya adalah orang yang perbuatannya dan tindakannya memalukan, menjijikan, atau tercela bukan ? Orang yang hina seharusnya adalah orang-orang yang kotor, yang tidak layak. Tapi mengapa dalam perikop ini Yesus dihina ? Bukankah ia raja? Tapi mengapa Yesus dihina ? Apa yang Yesus perbuat sehingga ia harus dihina?

How : Bagaimana Yesus dihina ?

Bagaimana Yesus dihina ? Ia dihina dengan sangat hina. Ia sangat direndahkan. Ia ditelanjangi, diludahi, dipertontonkan di depan umum, dijadikan bahan drama, dipukul, dan disalibkan. Penghinaan kepada-Nya bukan lagi seperti orang memperlakukan manusia.

When : Kapan Ia dihina?

Ia dihina justru ketika Ia yang seharusnya berkuasa atas ciptaan dan atas semesta, tapi memilih jalan inkarnasi, menjadi manusia, untuk menyelamatkan manusia dari masalah dosa. Ketika Ia mau menyelamatkan, justru ia dihina. Ketika Ia mau menolong, justru Ia dipukul. Ketika Ia mau menggantikan dosa kita, justru Ia diludahi. Ketika Ia mau menyelamatkan, Ia malah direndahkan. Ironi bukan ? Sangat ironi.

Why : Mengapa Yesus rela dihina sedemikian rupa?

Yesaya 53:3-5 mengatakan “3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah…… dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Ya, Ia dihina demi kita manusia. Ia rela dihina dan diperlakukan sampai tidak lagi seperti manusia, sampai tidak masuk hitungan, demi kita.

( Ev. Hendra Fongaja )

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *