JADILAH TELADAN BAGI SEMUA ORANG

JADILAH TELADAN BAGI SEMUA ORANG

1 TES 1 : 2 -10

 

PENDAHULUAN

Kitab Tesalonika adalah surat yang dikirimkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat yang di Tesalonika. Paulus mendirikan gereja di Tesalonika pada perjalanan misionernya yang kedua. Paulus terpaksa meninggalkan pelayanannya diTesalonika karena adanya permusuhan kalangan Yahudi.

Paulus menulis surat kepada jemaat di Tesalonika +/- 3 bulan setelah gereja itu di mulai. Paulus sangat bersukacita atas apa yang terjadi dalam kehidupan jemaat di Tesalonika hal ini nyata dalam isi suratnya. Paulus di awal suratnya langsung berkata kami selalu bersukacita karena mereka semua. Apa yang membuat Paulus bersukacita?

 

ISI

Ayat 2. Paulus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua – jemaat Tesalonika – dan senantiasa menyebut mereka dalam doa. Hal yang mengembirakan adalah jemaat di Tesalonika dalam jangka waktu yang singkat telah dapat menjadi teladan untuk semua orang percaya di wilayah Makedoia dan Akhaya.

Kata “Teladan yang telah terjadi” berarti ini bukanlah teladan yang hanya sekedar kata-kata belaka atau nasihat yang diucapkan oleh seseorang melainkan sebuah tindakan yang nyata dan patut di contoh. Teladan dalam hal apa saja yang dapat kita ikuti dari jemaat di Tesalonika :

  1. Iman

Sikap jemaat saat mereka mendengarkan dan menerima pemberitaan Paulus bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat mereka. Pada saat mereka mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat maka mereka mengambil sikap yang berbalik 180 derajat dari dosa dan kini hidup bagi Allah.

Berbalik memberikan gambaran bahwa mereka tidak lagi berada di jalan yang lama dan meninggalkan segala cara dan kebiasaan lama secara total. Hal yang mereka lakukan bukan sekedar mengakui Kristus sebagai Juruselamat namun tidak peduli dengan bagaimana cara hidup mereka. Mereka dapat berbalik 180 derajat karena mereka memahami dan mengerti bahwa apa yang terjadi pada mereka itu kerena mereka telah dipilih oleh Tuhan bukan mereka yang memilih Tuhan. Semua itu terjadi karena adanya pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka.

 

  1. Kasih

Jemaat di Tesaloika tidak hanya menyatakan iman mereka namun mereka juga menyatakan kasih mereka kepada seorang akan yang lain. Ayat 9 menyatakan bahwa setelah mereka meninggalkan berhala dan berbalik kepada Tuhan mereka melayani Allah. Kita melayani Kristus sebab kita mengasihi Dia, ini merupakan dasar kita melayani

Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah di karuniakan kepada kita. Oleh karena kita telah belajar tentang kasih dan mengasihi dari Allah maka sudah selayaknya bila kita mempraktekkan Kasih Allah dengan mengasihi sesama sebagai bentuk Kasih kita kepada Allah.

1 Yoh 4:20 mngatakan : “Jikalau seseorang berkata : “Aku mengasihi Allah”, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang di lihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Kasih yang kita nyatakan bukan hanya di dalam gereja saja namun baiklah Kasih itu nyata dalam kehidupan kita. Apakah kita sudah melakukan hal yang sama saat di rumah, di tempat kerja, di dalam usaha kita, sehingga orang berkata sungguh kita adalah murid Yesus karena kita telah meneladani Kasih Yesus dalam hidup kita.

  1. Pengharapan

Dengan kekuatan dan kuasa Roh Kudus sehingga orang-orang Tesalonika menyambut baik berita keselamatan maupun pemberita-pemberita-Nya. Orang yang baru percaya ini tidak hanya menerima berita keselamatan dan pemberita-Nya, tetapi mereka juga meniru kehidupan para pemberita Injil itu. Karena sikap mereka yang berbalik dari berhala kepada Allah, orang-orang percaya yang di Tesalonika menimbulkan amarah teman-teman dan sanak saudara mereka yang tidak percaya dan menimbulkan penganiayaan atas mereka. (KIS 17 : 5-7)

Banyak diantara mereka kehilangan pekerjaan karena menjadi Kristen. Meskipun  berada dalam kondisi tertekan mereka tetap percaya. Apa yang di lakukan oleh orang percaya di Tesalonika menjadi kekuatan bagi jemaat yang lainnya,

Sesungguhnya sebagai orang percaya kita dapat menjadi kekuatan atau kelemahan bagi orang lain melalui kesaksian hidup kita. Kita dapat menjadi kekuatan yang mendorong dan memberi semangat bagi orang lain bila kita memiliki IMAN, KASIH DAN PENGHARAPAN yang teguh dalam Yesus Kristus. Keteladanan kita hendaknya terjadi sepanjang hidup kita bukan hanya sesaat oleh karena itu dibutuhkan ketekunan dalam memahami Firman Tuhan serta dinyatakan dalam kehidupan sebagai bukti nyata dari  IMAN, KASIH DAN PENGHARAPAN. 

  • Oleh Ev. Ludiawaty E.-

 

 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Video Lightbox