PENYERTAAN TUHAN

07
May

PENYERTAAN TUHAN
(2 Tawarikh 15)

Pdt. Char Ley Bun

Tatkala saudara memulai sebuah perjalanan, siapa yang saudara pilih untuk menyertai perjalananmu ? Apakah dia adalah seorang yang gagah perkasa yang dapat memberikan perlindungan, keamanan, ketenteraman, dan kenyamanan ? Ataukah saudara hanya berpikir untuk membawa semua perlengkapan, makanan, maupun peralatan yang saudara butuhkan untuk dapat saudara nikmati di sepanjang perjalanan saudara ? Atau saudara memilih untuk bepergian sendirian tanpa membawa apa-apa yang merepotkan sehingga saudara dapat menikmati waktu dan kesendirian dengan bebas tanpa ada orang yang mengganggu atau hal-hal detail yang merepotimu ?

Seperti halnya sebuah perjalanan, demikian pula kehidupan kita. Kita kita menjalani hidup keseharian kita, siapa yang kita pilih untuk menyertai jalan hidup kita ?

Lewat bacaan dari Kitab 2 Tawarikh 15 disini disebutkan seorang raja yang bernama Raja Asa. Diawali oleh Azarya bin Oded dihinggapi Roh Allah pergi menemui Raja Asa dan berkata kepadanya, Maukah Kerajaan Yehuda, dari raja hingga kepada rakyat jelata untuk dipimpin dan disertai oleh Tuhan ? Bila raja dan rakyat mau disertai oleh Tuhan, Mari jalani kehidupan dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan, agar Tuhan menyertaimu dan berkenan ditemui olehmu.

Waktu itu, kerajaan Yehuda sudah lama tidak disertai oleh Tuhan Allah, karena mereka tidak mencari Tuhan, malah mencari dewa-dewa kejijikan di seluruh tanah Yehuda dan Beyamin dan kota-kota di pegunungan Efraim. Maka Raja Asa mengadakan pembaharuan untuk kembali kepada jalan Tuhan, Raja Asa dengan sungguh hati mencari Tuhan. Supaya bangsa Yehuda kembali menjalani kehidupannya bersama dengan Tuhan.

Ia memperbaharui mezbah Tuhan yang ada di depan balai Bait Suci Tuhan. Lalu mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan orang-orang Efraim, Manasye dan Simeon yang tinggal di antara mereka sebagai orang asing untuk kembali mencari Tuhan dan meminta agar hadirat Tuhan tinggal dan menyertai bangsa itu. Hal ini menarik hati bangsa Israel yang akhirnya menyeberang memihak kepadanya dan mereka berkumpul di Yerusalem pada bulan ketiga tahun kelima belas dari pemerintahan Asa.

Mereka bersungguh-sungguh mencari Tuhan dan datang mempersembahkan tujuh ratus lembu sapi dan tujuh ribu kambing dari jarahan yang mereka bawa pulang. Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari Tuhan, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.

Bahkan raja Asa memberlakukan sebuah aturan yang keras dengan menghukum mati setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel.

Lalu mereka bersumpah setia kepada Tuhan dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala. Akhirnya satu kerajaan Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari Tuhan.

Ketika Tuhan disenangkan, dan Tuhan menyertai maka bangsa itu mengalami keamanan yang dikaruniai oleh Tuhan dari segala penjuru. Dan kerajaan itu mengalami kedamaian yang sangat indah tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.

Saudara sungguh indah dan menyenangkan hidup yang disertai oleh Tuhan Allah, banyak berkat dan keindahan yang kita alami di sepanjang perjalanan iman bersama dengan TUHAN.

Bukan hanya kita yang disertai Tuhan, namun seluruh keluarga, pekerjaan, anak-anak, dan hari esok kita semuanya mengalami penyertaan TUHAN. Caranya ialah setiap hari hidup dengan sungguh hati mencari wajah Tuhan lewat kebenaran Firman Tuhan dan giat berdoa serta melakukan kehendak Tuhan dengan menjauhi segala hal yang tidak berkenan kepadaNya.
Tuhan Yesus memberkati.