SPACE IN THE PLACE

07
Jun

SPACE IN THE PLACE

“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” Filipi 2:3-4

Firman Tuhan di atas mengingatkan kita bahwa “Sebagai murid Kristus kita harus memiliki karakter mengesampingkan ego dan memberi ruang bagi orang lain dalam hidup kita.”

Sekilas tentang Ego. Ego adalah perwujudan terhadap diri sendiri, atau konsep individu tentang dirinya sendiri. Ego yang tidak terkendali menimbulkan sikap egois, yakni sikap mementingkan diri di atas kepentingan orang lain tanpa batas. Sikap egois merupakan kelanjutan dari apa yang telah diterimanya selamanya ini. Misalnya sejak kecil ia dijunjung dan diutamakan, ia tidak pernah disalahkan dan senantiasa dibenarkan. Akhirnya ia kehilangan sikap empati terhadap orang lain. Sikap egois timbul dari kelaparan emosional, finansial dan jasmaniah, artinya bertumbuh dalam lingkungan yang minus, kurang mendapat gizi-gizi emosional, perhatian , kasih sayang dari orang tuanya atau hidupnya susah sekali secara finansial atau jasmaniah.

Ciri-ciri Orang Egois : tidak menerima kritik, senang mengkritik orang lain, mengabaikan orang yang tidak sependapat, merasa berhak mendapatkan segalanya, melebih-lebihkan pencapaian, takut mengambil resiko dan tidak mau menunjukkan kelemahan.

Cara mengesampingkan Ego : kenali sumbernya, berpikir secara logis, belajar untuk sabar, berhenti membandingkan, berpikir dahulu sebelum bertindak, menambah wawasan dan berlapang dada.

Cara memberi ruang bagi orang lain dalam hidup kita : mulailah tumbuhkan rasa empati, bersikap dewasa, belajar untuk membantu orang lain, siap dikoreksi, kembangkan prasangka yang baik terhadap orang lain dan jadi pendengar yang baik.

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” – Amsal 17:17