Waspada Terhadap Ketamakan

18
Feb

Waspada Terhadap Ketamakan

Pdt. Anggung Istianto

Berpikirlah Gehazi, Bujang Elsa, abdi Allah: “Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya  aku akan berlari  dan mengejar dia  dan akan menerima sesuatu dari padanya.”

2 Raja-Raja 5:20

 

 

            Sebuah ember yang bocor, sekalipun terus menerus diisi air, air tidak pernah akan bisa memenuhi ember itu. Hati yang tidak pernah puas –penuh – akan seperti ember bocor yang tidak pernah akan bisa terisi penuh oleh apapun. Demikianlah kira-kira gambara hati Gehazi bujang Elisa. Ia berpikir, kemudian membuat kesimpulan dan melakukan apa yang telah disimpulkannya. Ia beranggapan Elisa orang sungkanan, malu menerima persembahan dari Naaman. Padahal ia yang tidak tahu malu, menjual nama Elisa untuk kepentingannya.

 

Gehazi dikuasai ketamakan. Karena tamaknya itu, ia menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Ia tidak perduli kalau harus menjual nama TUHAN (ayat 20) dan nama Hamba Tuhan (ayat 22). Waspadalah, kita tidak lebih kuat dari Gehazi. Ketika kita tergiur untuk menjadi tamak, mintalah kepada Tuhan rasa puas dengan apa yang ada. Ingatlah, ketamakan hanya akan menghancurkan hidup kita.

 

Tamak diawali dari perasaan kurang disaat ia mengalami kecukupan

Leave a Comment