TAK HIDUP TANPAMU

23
Oct

TAK HIDUP TANPAMU

Beberapa waktu yang lalu, saya membeli bunga di Malino. Dengan harapan untuk memeliharanya di Makassar. Sayangnya, bunga itu tidak bisa bertahan, meski sudah diberikan pupuk dan air sebaik mungkin. Ternyata bunga itu hanya bisa hidup di daerah dingin seperti Malino. Sharing dari sesorang bapak kepada saya.

Kisah ini mengingatkan saya, betapa pentingnya kita menyadari keberadaan diri kita, sebagai seorang yang percaya kepada Kristus tentu kita harusnya tinggal di dalam Kristus. Dalam Yohanes 15:5, Yesus berkata: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Tentu kita tidak bisa hidup tanpa Yesus. Jika seandainya kita hidup Tanpa Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa, atau bisa dikatakan tidak ada artinya. Tanpa Kristus, kekristenan hanyalah sebuah agama belaka. Hidup di dalam Kristus berarti kita mempunyai relasi yang begitu indah yang membawa kita kembali mengarahkan hati, pikiran dan tujuan hidup kita selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki. Dengan tinggal dalam Kristus, maka kita akan berbuah banyak. Dalam Kristus kita akan mengalami perubahan cara pandang (bagaimana melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan), dan perubahan hidup (kita hidup meneladani apa yang Yesus ajarkan dan teladani).

Kristus tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi juga mengubah hidup kita dari seorang manusia berdosa yang tidak berdaya, dapat diubahkan menjadi seorang manusia yang dipakai Tuhan dengan begitu luar biasa untuk memberkati orang-orang lain. Hal ini supaya melalui kehidupan orang percaya, banyak orang dapat menikmati keindahan Kristus yang tinggal dalam hidup kita.

Tinggallah dan berbuahlah dalam Kristus.