Lampu Emergency

13
Nov

Lampu Emergency

Waduh! Mati lampu lagi, demikian seruan seorang warga dengan penuh kejengkelan karena seringnya mati lampu yang biasanya terjadi selama tiga sampai empat jam.

Beberapa hari ini warga masyarakat Kota Makassar gelisah akibat seringnya mati lampu.

Mereka mengeluh karena dampak mati lampu membuat perabot rumah tangga yang dari elektronik mengalami gangguan dan kerusakan.

Terlebih lagi kondisi udara yang sangat panas juga di dalam rumah lebih panas lagi sebab tak dapat menghidupkan AC.

Dan yang paling menyiksa adalah kalau padam lampu pada malam hari, sungguh meresahkan. Baik di rumah maupun lingkungan sekitar menjadi gelap gulita.

Pada saat itu kita tidak bisa melakukan aktifitas apa-apa, tidak bisa duduk-duduk di teras rumah sebab pasukan nyamuk siap pesta pora mengisap darah segar kita.

Untuk mengatasi mati lampu banyak warta memilih jalan-jalan ke mall sampai lampu menyala kembali. Ada juga yang membeli lilin atau membeli lampu emergency.

Nampaknya lampu emergency merupakan solusi yang terbaik, sehingga keadaan rumah tetap terang benderang . Oleh sebab itu kita selalu menjaga kalau tiba-tiba lampu padam.

Kehidupan orang Kristen adalah sebagai terang dunia. Tuhan Yesus berkata; “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga” (Matius 5:16).

Pada waktu listrik padam maka terjadilah kegelapan di mana-mana. Semua orang mempersiapkan lampu emergency-nya.

Sebagai orang percaya kita diingatkan status dan peran kita sebagai terang dunia yang menerangi dunia di sekitar rumah kita.

Oleh sebab itu terang itu tidak boleh padam sebab tidak ada lampu emergency rohani. Orang Kristen dipanggil untuk menyatakan terang Kristus yang menerangi manusia yang hidup dalam kegelapan dosa dan pengaruh si iblis.

Bagaimana hidup Kristen terus memancarkan terang :
Yang pertama kita harus hidup seperti bulan. Bulan dapat bersinar sebab diterangi oleh cahaya matahari. Demikian hidup kita bisa terus bercahaya karena diterangi oleh sumber terang yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus berkata: “Akulah Terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku ia tidak berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup” – Yoh 8:12.

Hal yang kedua, bagaimana hidup Kristen terus menyatakan terang, yakni melalui kesaksian hidup kita yang baik menyatakan perbuatan baik melalui pelayanan dan kasih terhadap sesama, serta menyatakan kemurahan hati kita bagi orang yang membutuhkan pertolongan. Bahkan dalam pergaulan sehari-hari penuh kesabaran, kerendahan hati, perkataan yang sejuk dan membangun serta menguatkan.

Dengan demikian hidup kita akan terus menjadi terang dan memuliakan Allah.