Jangan Hambar Kasihmu

11
Dec

Jangan Hambar Kasihmu

“Selamat ya …., saya sungguh bahagia melihatmu….. , semoga lekas sembuh ….. , Tuhan memberkati.” Ini adalah kata-kata yang seringkali kita gunakan untuk mendukung orang lain. Bahkan sejak adanya dunia digital, kita dengan mudahnya memberikan kata-kata selamat atau dukungan hanya dengan mengetik kalimat pendukung. Pernah kah kita berpikir bahwa ketika kita menuliskan atau menyampaikan kalimat tersebut, terkesan hanyalah sebuah formalitas, hal yang biasa saja dalam dunia sekarang. Terkesan kita seolah memperhatikan, namun sesungguhnya itu hanyalah sebuah formalitas belaka.

Dalam Kolose 4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. Penuh kasih, inilah gambaran tentang seorang yang sudah berada dalam Tuhan. Kebaikan Tuhan yang begitu melimpah melalui Kristus Yesus, menolong setiap umatnya untuk belajar mengasihi orang lain. Bertekun dalam doa, belajar firman Tuhan dan berjaga-jaga terhadap ajaran sesat serta selalu mengucap syukur adalah ciri seorang yang hatinya dipenuhi oleh kasih Kristus (Kolose 4:2-3).

Bersaksi tentang Kristus dapat dilakukan melalui teladan hidup, dan juga melalui perkataan kita. Perkataan yang baik ditujukan untuk menuntun orang lain kepada anugerah, atau juga membangun orang lain untuk semakin bertumbuh dalam kasih Tuhan. Dalam kenyataan memang terkadang kita temukan ada orang yang membuat kita merasa tidak nyaman, sehingga sulit untuk berkata-kata dalam kasih. Karena itu Paulus mengajak kita kembali mengingat akan anugerah Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Ingatlah betapa dulu kitapun pernah seperti orang tersebut, bahkan mungkin lebih buruk lagi tapi Allah tidak pernah menyerah.

Sebagaimana kita telah diselamatkan oleh kasih karunia, biarlah perkataan kita juga dikuasai oleh kasih karunia, sehingga kita bisa menuntun orang lain pada kasih karunia.