ALLAH KOK CEMBURUAN?

19
Oct

ALLAH KOK CEMBURUAN?

Keluaran 34:14 “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.”

Hm.. Allah kok cemburuan ya? Secara umum, cemburu sering memberikan kesan negatif, mementingkan diri sendiri, suka curiga, tidak bisa percaya, mengandung rasa benci yang tersembunyi dan permusuhan kepada orang lain. Kecemburuan bisa menghasilkan perselisihan, saling menuntut, pikiran negatif. Dan kecemburuanlah bisa menghancurkan keluarga dan persahabatan.

Alkitab mengajarkan kita untuk tidak memiliki sifat pencemburu. Kasih itu tidak cemburu. Tapi anehnya mengapa sifat yang kesannya “jelek” ini disebutkan sebagai salah satu sifat Allah bahkan NamaNya?

Harus dipahami bahwa ‘cemburu’ yang digunakan untuk Allah berbeda konteksnya dengan pemahaman keseharian kita. Apa yang Allah cemburui adalah apa yang memang merupakan milik kepunyaan-Nya. Contoh praktik untuk mengerti hal ini adalah hubungan suami istri. Jika si istri tertarik kepada pria lain, memberi perhatian, bahkan mulai mencintainya, maka itu berarti si istri telah mendua hati. Tentu hal yang sangat wajar bagi suami untuk merasa cemburu dan marah, karena mereka telah diikat dalam perjanjian pernikahan yang kudus.

Demikian halnya dengan Allah. Ibadah, pujian, hormat, dan penyembahan itu hanya milik Allah, karena kita adalah umat milik-Nya. Maka adalah hak Allah untuk cemburu ketika kita mendua hati kepada yang allah lain.

Ternyata allah lain tidak selalu berupa patung berhala, tetapi bisa berupa apa saja. Apa yang sangat / paling menarik perhatian, waktu, pikiran, dan tenaga kita? Apa yang kita kuatirkan? Uang, ambisi, kesuksesan, penghargaan manusia, hobby, cinta, segala bentuk kecanduan yang sudah mengikat kita? Semua ini bisa jadi berhala kita, bukan?

Ya, hati kita adalah gudang berhala. Mereka berperang untuk mendapatkan perhatian kita. Bagaimana mengalahkannya? Bukan dengan menyingkirkannya, tetapi dengan menggantikannya. Tidak seorang pun dan tidak sesuatu apapun yang bisa memenuhi dan memuaskan kita sepenuhnya. Hanya Kristus yang mampu melakukannya. Kebenaran ini sangat membebaskan kita dari belenggu berhala-berhala yang sangat menawan kita.