Yesus Sungguh-Sungguh Mati

“Yesus Sungguh-Sungguh Mati”
(Matius 27:45-56)

Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Ketika kita mendengar orang terdekat kita meninggal, apalagi tidak ada tanda-tanda sebelumnya, misalnya sakit, maka kita akan berkata; apa benar ia meninggal? Kita bisa ragu dengan berita kematian itu. Apa bila kita ada pada zaman Yesus, ketika kita mendengar berita kematian Yesus, apalagi, ketika di atas kayu salib dan sebelum menghembusakan nafas terakhirnya, Yesus berseru dengan suara nyaring. Berseru dengan suara nyaring menandakan Yesus masih kuat, dan itu bukan tanda orang yang sudah diujung kematian. Maka tidak heran, dulu bahkan sampai sekarang, ada orang yang tidak yakin kalau Yesus benar-benar sudah mati. Apakah timbul kegaruan dalam hati kita?

Alkitab menyaksikan, bahwa Yesus sungguh-sungguh mati (ayat 50). Bukti lain, Ke tiga Injil lain juga mencatat kematian Yesus. Peristiwa kematian Yesus, merupakan satu berita penting buat iman Kristen. Kematian Yesus menandakan nubuatan para nabi adalah benar. Alkitab juga mencatat, tiga hari kemudian Yesus bangkit dari kematian. Hal ini menandakan, bahwa maut telah dikalahkan.

Kematian Yesus menjadi berita yang mengembirakan buat umat manusia. Berita yang membawa kehidupan bagi manusia yang dibelenggu dosa. Sebab kematian Yesus adalah kematian bagi dosa-dosa manusia.

Itu berarti, dosa tidak berkuasa lagi atas hidup manusia, sebab hukuman atas dosa telah ditanggungkan ke atas diri Yesus. Mari, sebagai orang-orang yang telah menerima dan menikmati anugerah keselamatan dari Yesus, kita bertekad untuk tetap memelihara iman kita.

“Ya Tuhan, terima kasih buat kematian-Mu, sebab kematian-Mu adalah kehidupan buat kami”

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *