You Only Live Once

28
Jul

You Only Live Once
(Yesaya 22:12-14)

Ev. Daniel Yudha

Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung. Tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembuh dan menyembelih domba makan daging dan minum anggur, sambil berseru: Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati. Tetapi TUHAN semesta alam menyatakan diri dan berfirman kepadaku: Sungguh, kesalahanmu ini tidak akan diampuni, sampai kamu mati, firman Tuhan, TUHAN semesta alam. Yesaya 22:11-14

Pada tahun 2014 ada sebuah kata yang populer di kalangan anak muda yaitu kata Yolo. Kata ini adalah singkatan dari You Only Live Once (Engkau hanya hidup satu kali). Setiap orang memiliki pandangannya sendiri terhadap ungkapan ini, salah satunya adalah ini mendasari mereka untuk bersenang-senang, melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa batas karena hidup tidak terulang kembali. Kesenangan tersebut bisa bermacam-macam dan bisa termasuk melakukan dosa. Segala hal dilakukan untuk merasakan kenikmatan dunia. Ini seperti sikap penduduk Yerusalem, mereka hanya bersenang-senang, makan dan minum tanpa menghiraukan teguran Tuhan untuk meratapi dosa-dosa mereka. Sikap seperti ini akan membawa mereka kepada penghukuman.

Kita harus menyadari bahwa kematian fisik manusia tidak menghentikan eksistensi setiap orang. Jiwa manusia bersifat kekal. Hanya saja keberadaan jiwa selanjutnya berada di antara dua pilihan, di surga bersama Tuhan atau menerima hukuman kekal, menderita selama-lamanya di neraka. Pilihan tersebut ditentukan selama kita hidup di dunia.

Selama bertahun-tahun Injil telah diberitakan ke banyak orang. Ini merupakan kabar baik dan juga peringatan bagi dosa-dosa manusia. Akan tetapi masih banyak yang tidak menghiraukannya. Manusia terlalu sibuk oleh keinginan-keinginannya di dunia ini. Selain itu, beberapa orang memang menolak akan berita Injil tersebut, mereka tidak percaya.

Melalui firman Tuhan hari ini kita dingatkan untuk kembali mengevaluasi hidup kita. Kita mau melihat apakah kita sudah menerima anugerah keselamatan itu. Apakah kita telah mengenal Yesus Kristus dan menerima-Nya sebagai Juruslamat kita? Apakah kita menjadi Kristen hanya ikut-ikutan tanpa mengerti makna sesungguhnya? Mari kita datang kepada-Nya dengan menyesali dosa kita. Karena hanya Kristus yang dapat mengampuni dosa manusia. Dia telah bangkit mengalahkan kuasa maut, hanya Dia yang sanggup menyelamatkan kita dari hukuman kekal.

Selanjutnya kita mau meninggalkan segala dosa-dosa. Setiap orang percaya mengalami pengudusan sepanjang hidup. Kita terus diingatkan dan dimampukan untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. Setiap saat Roh Kudus menegur kita saat kita jatuh dalam dosa. Marilah kita peka mendengar peringatan-Nya. Sehingga hidup kita semakin serupa dengan Kristus. Setiap perbuatan kita berkenan di hadapan Tuhan. Biarlah hidup kita yang hanya sekali di dunia, senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Amin.