Hamba Yang Setia

20
Oct

Hamba Yang Setia
(Matius 24:45-51)

Matius 24: 46-47 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala milikinya.

Dalam sebuah lingkungan kerja, kehadiran bos perusahaan di tengah-tengah tempat kerja jelas sangat mempengaruhi kinerja karyawan perusahaan tersebut. Beberapa mungkin ada yang makin rajin dalam bekerja karena takut mendapat teguran. Atau ada juga yang berusaha “cari muka” di depan atasannya. Namun yang pasti kesadaran akan hadirnya bos di dekat karyawan akan menambah fokus terhadap pekerjaan. Sebaliknya, di saat karyawan merasa tidak diawasi, sangat berpeluang untuk tidak konsentrasi terhadap pekerjaan dan terdistraksi oleh hal-hal lain.

Demikian pula yang terjadi oleh orang-orang percaya. Kita sebagai hamba-hamba Allah, seringkali lalai dalam melaksanakan tugas. Kita merasa bahwa Tuhan tidak mengawasi kita. Kita merasa Tuhan tidak kunjung datang. Sehingga kita lebih sibuk akan keinginan-keinginan kita yang banyak berseberangan dengan kehendak Allah.

Melalui perikop ini Yesus mengajarkan bahwa Tuhan rindu setiap kita menjadi hamba yang setia. Yang setiap saat menyadari ada tanggung-jawab yang harus kita laksanakan sebagai murid-murid Kristus. Tuhan memakai kita untuk membangun kerajaan-Nya di muka bumi ini. Apapun yang kita lakukan, baik di dalam pekerjaan, keluarga ataupun dalam studi kita, semuanya menjadi jalan untuk memperluas kerajaan Tuhan.

Sebagai contoh, di dalam pekerjaan kita bisa mendukung perusahaan untuk berdampak positif bagi pembangunan atau perkembangan kota dan masyarakat. Selain itu melalui pekerjaan kita bisa juga menjadi media untuk memperkenalkan Kristus kepada rekan sekerja. Selanjutnya di dalam keluarga kita dapat saling membangun iman antar anggota keluarga. Sebagai orang tua terdapat tanggung-jawab mempersiapkan generasi muda, mendidik anak-anak sejak dini di dalam kebenaran Tuhan.

Pada zaman ini, begitu banyak kenikmatan duniawi yang sangat menggiurkan. Teknologi memudahkan kita untuk mendapatkan segala keinginan kita. Tidak heran membuat seseorang mati secara rohani dan hidup hanya untuk memuaskan hawa nafsunya. Akan tetapi sebagai orang percaya janganlah kita hanyut oleh dunia ini, namun marilah kita setia mengerjakan perkerjaan Tuhan yang bernilai kekal. Kita seharusnya bersyukur akan tanggung-jawab ini. Ini adalah suatu anugrah yang besar jika Tuhan mau pakai kita terlibat dalam pekerjaan-Nya yang besar. Marilah kita giat dalam melayani di gereja dan di manapun Tuhan tempatkan kita untuk dapat melayani Dia.

Kita juga perlu memperhatikan bahwa Yesus juga memperingatkan bagi hamba yang tidak setia. Saat kita lalai akan tugas kita, Tuhan melihat kita sebagai hamba yang jahat dan membuat senasib dengan orang-orang munafik.

Marilah kita menyadari bahwa Tuhan senantiasa memperhatikan kegiatan kita setiap hari. Tidak ada satu hal pun yang luput di hadapan-Nya. Betapa Tuhan akan senang saat mendapati kita hidup sebagai hamba yang setia. Tuhan jelas akan memberikan upah dan mempercayakan yang lebih besar lagi bagi kita. Amin.